5 Fakta Terkait Satu Keluarga Jalani Bisnis Judi Online Berkedok Game Online

Liputan6.com, Jakarta – Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Subdit Jatanras Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membongkar kasus judi online berkedok game online.

Kasus judi online berkedok game online tersebut rupanya dilakoni oleh satu keluarga yang masing-masing berinisial EA (48), AL (48), NA (23) AT (22) dan IL (44).

“Terkait lima orang pengelola yang mana usianya bervariatif, mereka ini adalah satu keluarga dari bapak, ibu dan anak,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra saat konferensi pers, Kamis 6 Juni 2024.

Dia memaparkan, kelima pelaku dalam menjalankan bisnis judi online memiliki peran berbeda-beda.

Di antaranya, kata Wira, ada yang sebagai pengelola yang bertanggung jawab untuk menyediakan kantor serta sarana dan prasarana, merekrut, memberikan pelatihan, serta memberikan gaji.

“Untuk judi online tersebut, para pelaku mendapatkan melalui sebuah aplikasi yang kemudian dimodifikasi,” ucap Wira.

Wira mengatakan para pelaku telah menggeluti bisnis haram itu sejak tahun 2022 dengan cara menjual chip dari aplikasi ilegal bernama ‘Royal Domino’.

“Penyelenggaraan jual beli chip tersebut sejak tahun 2022 sampai dengan ditangkap,” terang dia.

Aplikasi itu hanya dapat diunduh dari laman website http//m.memoplay.com/download/how royal domino royal domino yang di dalamnya terdapat berbagai game online di antaranya Domino, Doufu Duocai, Slot, Kartu, Memancing. Untuk membantu tugas kelima pelaku, terdapat 18 orang lainnya yang bertugas sebagai admin.

Berikut sederet fakta terkait satu keluarga jalani bisnis judi online berkedok game online dihimpun Liputan6.com:

 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *