Dari Kecurigaan Suami, Kasus TPPO Terungkap di Apartemen Jaksel

Henrikus mengatakan, kedelapan orang calon pekerja Migran kemudian dibawa ke Apartemen di kawasan Kalibatan untuk ditampung sementara hingga visa mereka terbit.

Di sana, tersangka DA sudah mempersiapkan tempat penampuangan atas suruhan dari atasannyai nisial Mr M yang informasinya saat ini berada di Arab Saudi, di Riyadh.

“Mr M inilah yang nantinya akan menerima delapan orang CPMI non prosedural ini ketika mereka sampai di Arab Saudi. Di Arab Saudi mereka dijanjikan mendapatkan gaji sekitar 1.200 real atau sekitar Rp 4,5 juta,” ucap dia.

“Namun semua legalitas tidak dimiliki oleh saudari DA maupun Mr M, sehingga semua kegiatan yang dilakukan ini adalah non prosedural,” ucap dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran. Adapun, ancaman pidana 10 tahun.

Selain itu, Pasal 2 Undang-Undang Nomor 2021 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Pemberantasan Perdagangan Orang dengan ancaman pidana maksimal 15 Tahun penjara.

Quoted From Many Source

Baca Juga  VIDEO: Menkominfo Ajak Semua Bersatu Usai Pesta Demokrasi Selesai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *