Ketika Tarakan Disebut Jadi Kota Seribu Kafe

Liputan6.com, Tarakan Kota Tarakan merupakan salah satu kota di Kalimantan Utara yang perekonomiannya kian berkembang. Apalagi sejak dipimpin oleh Wali Kota Tarakan Khairul, para pelaku usaha yang ada di kota yang dikenal dengan Bumi Paguntaka itu justru semakin maju. 

Bahkan kini, Tarakan disebut sebagai kota seribu kafe. Pada 2020, Tarakan juga mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), yaitu Piala Natamukti. Tarakan masuk dalam kategori pengembangan kuliner karena hampir di setiap sudut kota memiliki kafe. 

Selain itu Khairul juga mengatakan, sejak menjabat menjadi wali kota, awalnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Tarakan hanya ada 7000. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya bertambah dan tercatat pada Oktober 2022 ada sekitar 28 ribu UMKM. 

“Sekarang mungkin saya kira jumlahnya di atas 32 ribu UMKM. Itulah yang membuat Tarakan juga dikenal sebagai kota jasa perdagangan,” ujar Khairul. 

Terence, manager di Coffee Shop EJ33 mengatakan, kotanya mendapat julukan sebagai Kota Seribu Kafe karena maraknya kedai kopi yang hadir, terutama setelah pandemi. 

“Setelah pandemi, coffee shop makin marak dimana-mana. Adanya coffee shop tentunya sebagai tempat bagi orang-orang yang mau berwisata atau sekadar bertemu dengan orang lainnya. Kalau mau nongkrong pasti ke coffee shop,” ujar Terence. 

Lantas pertanyaannya, bagaimana cara untuk mempertahankan usaha kuliner terutama coffee shop di tengah menjamurnya kedai kopi? Manager The Uncle Cafe, Billy Desta mengaku persaingan dalam dunia kuliner memang sangat ketat, namun untuk mempertahankan bisnis, ada tiga kunci utama yang dilakukannya. 

“Tentang bagaimana cara bersaingnya, kita harus konsisten menjaga cara servis dan menjaga cita rasa. Saya belajar dari kesalahan dan terima kasih atas pengalaman yang telah dilewati hingga saya bisa sampai di titik ini,” ujar Billy. 

Meski persaingan bisnis di Tarakan sangat ketat, namun Khairul tetap berharap agar UMKM tetap dapat tumbuh lebih baik dan saling mendukung satu sama lain. Itu karena UMKM menjadi penopang utama dalam perekonomian. 

“InsyaAllah saya kira UMKM akan menjadi penopang utama ekonomi dan penopang utama untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Maka dari itu, untuk mengembangkan UMKM, upaya yang kami lakukan dengan memberikan pelatihan, upaya meningkatkan kemasan termasuk juga menyediakan beberapa fasilitas yang didukung marketplace, termasuk juga pemasarannya,” kata Khairul. 

Mengenai pemasaran, Tarakan juga membuat regulasi bagi minimarket komersil. Khairul mengungkapkan, pihaknya meminta kepada minimarket untuk menampung 30% produk UMKM. 

“Tentunya produk-produk tersebut yang memenuhi standar yang disarankan bagi UMKM. Termasuk kami setiap ada kegiatan, goodiebag diisi dengan produk-produk UMKM,” ujar Khairul. 

 

(*)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Cara bikin laporan polisi di Ambon versi kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *