KPK: Pemeriksaan LHKPN Pejabat Negara Bakal Pakai Teknologi AI

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tengah mengkaji pemeriksaan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Lembaga antirasuah tengah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk penggunaan sistem tersebut.

“Kita kerja sama, dengan Pusilkom UI, jadi 380 ribu manusia yang mau diperiksa (LHKPN) itu pakai artificial intelligence,” ujar Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam keterangannya, Sabtu (30/9/2023).

Pahala menyakini dengan teknologi AI membuat pemeriksaan LHKPN menjadi akurat. Termasuk memudahkan mendeteksi kejanggalan dalam harta yang dilaporkan.

“Supaya jangan dengerin informasi masyarakat, kalau ditindaklanjuti nanti dibilang ‘kalau viral baru ditindak lanjuti’, salah juga, begitu kan,” ucap Pahala.

Pahala menyebut, nantinya sistem tersebut akan bersatu dengan data kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil). Sehingga, penggunaan nama aset dalam kepemilikan aset bisa dicari dengan lebih masif.

Tak hanya itu, sistem itu juga diyakini bisa memberikan peringatan kepada KPK apabila ada pejabat yang LHKPN-nya janggal. Dengan begitu, jajaran direktorat LHKPN nantinya tinggal melakukan pemeriksaan.

“Dia (AI) memberi panduan mana yang kira-kira diperiksa dengan kemungkinan lebih banyak. Dan ini dia terkoneksi datanya, enggak bisa LHKPN saja, terkoneksi dengan Ditjen Dukcapil,” kata Pahala.

Deputi Penindakan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mengungkap sebanyak 70,3 persen pejabat hartanya naik selama pandemi Covid-19. Sedangkan pejabat yang hartanya menurun sebanyak 22,9 persen. Sementara pejabat yang …

Quoted From Many Source

Baca Juga  Kegiatan Arief R Wismansyah Usai Tak Jadi Wali Kota Tangerang, Bakal Maju di Pilkada Banten?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *