Soal Capim KPK, Alexander Marwata: Semakin Tidak Memiliki Afiliasi Lebih Bagus

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berharap calon pimpinan (capim) KPK selanjutnya merupakan sosok yang netral. Bahkan tidak memiliki afiliasi dengan pihak manapun.

“Pengalaman saya di KPK sebagai pimpinan itu kan, semakin dia tidak memiliki afiliasi dengan instansi tempat asal atau punya hubungan dengan para pejabat-pejabat tinggi yang lain ya itu buat saya itu lebih bagus,” kata Alexander Marwata, Selasa (14/5/2024).

Hal ini lantaran agar tidak ada rasa sungkan dalam penindakan kasus korupsi ke depannya. Terlebih lagi bila capim itu memiliki koneksi dengan para pejabat hingga pengurus partai politik.

“Ini pendapat saya pribadi ya, sudah mungkin petinggi dari pejabat yang sebelumnya punya networking dengan pejabat-pejabat yang lain, termasuk dengan pengurus partai politik, mungkin ada ya, ada rasa sungkan ketika kemudian berhubungan dengan perakara,” tegas dia.

Alex mengatakan, proses penanganan perkara di KPK seperti dalam lingkungan pimpinan hampir dilakukan secara tertutup guna mengantisipasi intervensi dari pihak luar. Terlebih sampai menghentikan perkara. Sehingga nantinya, pada saat perkara sampai di meja jaksa dapat segera disidangkan dengan alat bukti yang cukup.

“Secara standar itu di tataran pimpinan, itu nyaris tertutup pintu untuk melakukan intervensi kan begitu, dalam pengertian yang negatif ya, kalau intervensi kan negatif, misalnya dari penyelidikan,” kata dia.

Alex berharap, bila nantinya ada capim KPK yang berasal dari instansi kepolisian, maka calon tersebut sudah purnawirawan.

Dia juga berharap, capim KPK harus paham dengan proses bisnis. Mengingat KPK kerap kali menindak banyak kasus rasuah yang melibatkan pihak swasta. Hal itu juga menurutnya dapat menjadi modal pengetahuan jejak kasus korupsi, mulai dari modus dan sebagainya.

Baca Juga  VIDEO: Dirjen Kominfo Beberkan Motif Hacker yang Bocorkan Data DPT

“Dia harus paham, kalau enggak paham, ya dia akan dikadalin juga kan, mungkin, kan seperti itu. Karena dia kan harus memberikan petunjuk juga ketika pada saat ekspose ketika pimpinan itu menyetujui perkara itu cukup bukti dan layak dinaikan, ya dia harus tahu. gitu kan,” tegas Alex.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *