Kasus Korupsi BTS, Kejaksaan Agung Akan Konfrontir Maqdir Ismail dan Irwan Hermawan soal Uang Rp 27 Miliar

Tak Berkategori

Losergeek.org, Jakarta – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung akan mengkonfrontir pengacara Maqdir Ismail dan kliennya Irwan Hermawan bersama 6 orang lain terkait pengembalian Rp 27 miliar uang korupsi BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Konfrontasi itu akan dilakukan hari ini, Jumat, 18 Agustus 2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, I Ketut Sumedana, mengatakan hasil pemeriksaan akan melihat apakah uang yang dikembalikan bisa meringankan Irwan Hermawan. Irwan Hermawan saat ini sedang menjalani sidang korupsi BAKTI. 

“Semua itu nanti kita konfrontasi untuk memperjelas status dari uang Rp 27 miliar atau USD 1,8 juta,” kata Ketut di kompleks Kejaksaan Agung, Jumat, 18 Agustus 2023.

Selain Maqdir dan Irwan, Kejaksaan juga memeriksa empat tim hukum Maqdir, termasuk orang-orang yang dihubungi S. S merupakan orang yang menyerahkan uang Rp 27 miliar melalui Maqdir.

Maqdir pastikan akan datang 

Dihubungi terpisah, Maqdir Ismail mengkonfirmasi akan hadir daam pemeriksaan konfrontasi hari ini. 

“Saya akan datang sesudah salat Jumatan,” kata Maqdir saat dihubungi, Jumat, 18 Agustus 2023.

Pada 13 Juli lalu Maqdir Ismail memenuhi panggilan Kejaksaan Agung dengan membawa segepok uang dolar Amerika Serikat yang diduga hasil korupsi BTS. Maqdirl mengatakan jumlah uang yang dibawa adalah USD 1,8 juta atau setara Rp 26,9 miliar.

Iklan

Maqdir berharap penyerahan uang ini akan semakin membuat terang perkara BTS. Dia berharap penyerahan uang akan memperjelas posisi kliennya yang kooperatif dalam penyidikan kasus korupsi BTS. Dia menyatakan uang itu diberikan oleh seseorang tanpa menjelaskan nama orang tersebut.

Misteri uang Rp 27 miliar

Maqdir merupakan pengacara Komisaris Utama PT Solitech Media Synergi Irwan Hermawan. Kejagung nenetapkan Irwan bersama mantan Menteri Kominfo Johnny G. Plate dan pihak lainnya menjadi terdakwa kasus ini.

Dalam proses penyidikan, Irwan mengaku kepada penyidik mengumpulkan uang dari para vendor yang mengerjakan proyek BTS hingga Rp 243 miliar. Uang itu kemudian dia alirkan kepada sejumlah pihak, di antaranya dengan tujuan untuk menghentikan proses penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan menghentikan pengusutan kasus ini di DPR RI.

Irwan sempat menyatakan mengalirkan uang itu ke berbagai pihak, diantaranya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo senilai Rp 27 miliar. Saat menerima uang itu, Dito disebut masih menjabat sebagai staf tenaga ahli Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Golkar.

Dito membantah adanya aliran dana itu. Dia pun telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juli lalu. 

Hingga kini, Kejaksaan Agung masih terus menelusuri aliran dana korupsi BTS. Selain kepada Dito, Irwan juga sempat menyatakan mengalirkan dana itu ke Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sugiono, lewat staf ahlinya yang bernama Nistra Yohan. Irwan menyatakan Sugiono menerima dana Rp 70 miliar. Sama seperti Dito, Sugiono juga membantah menerima aliran dana korupsi BTS. 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *