Moeldoko Ganggu Psikologis Kader, 2 Tahun Dibayangi Ancaman Aktor Pembegal Partai

Tak Berkategori

Jumat, 11 Agustus 2023 – 13:48 WIB

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kader partai yang dipimpinnya terganggu secara psikologis dalam dua tahun ini karena upaya pembegalan kubu Moeldoko.

Baca Juga :

Elite PDIP: Apabila Kesadaran Sejarah Membaik, Ganjar Pranowo Akan Unggul

“Moeldoko ini cukup mengganggu psikologis para kader partai Demokrat dan kita juga tahu sekitar 2 tahun 8 bulan kami dibayang-bayangi oleh ancaman aktor-aktor pembegal partai,” kata AHY saat konferensi pers di DPP Demokrat, Jumat, 11 Agustus 2023.

AHY mengatakan psikologis kader terganggu karena meragukan keadilan hukum yang akan ditegakkan di Indonesia. Kata dia, para kader khawatir partai yang sudah dipimpin AHY akan dikudeta kubu Moeldoko.

Baca Juga :

Elite Gerindra: Kalau Tidak Ada Kejadian yang Luar Biasa, Pak Prabowo Menjadi Presiden

“Ada yang khawatir, Apakah keadilan masih ada? Apakah hukum akan ditegakkan di negeri kita secara rasional? Tentu wajar para kader mereka semua takut,” lanjut AHY.

“Khawatir jika partai yang dibangun dan diawaki selama ini dengan susah payah dirampas begitu saja oleh para pembegal partai Itu,” tutur AHY.

Baca Juga :

Anies Baswedan: Problematika Masyarakat Ketika Sakit adalah Biaya, Bisa Miskin ketika Sakit

Acara Demokrat KLB Deli Serdang pimpinan Moeldoko.

Acara Demokrat KLB Deli Serdang pimpinan Moeldoko.

Dia juga menyinggung dampak eksternal lain yang diciptakan kubu Moeldoko antara lain keraguan masyarakat kepada Partai Demokrat dapat bertahan di Koalisi Perubahan yang dibangun bersama Nasdem dan PKS.

Halaman Selanjutnya

“Secara eksternal PK KSP Moeldoko juga menciptakan keraguan kepada cukup banyak kalangan masyarakat kita yang berharap agar Partai Demokrat bisa berlayar dalam koalisi yang tengah kami bangun saat ini,” kata AHY.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *