Pimpinan MPR Sebut Jokowi Sedang Pertimbangkan Hapus Sistem Zonasi PPDB Tahun Depan

Tak Berkategori

Kamis, 10 Agustus 2023 – 06:11 WIB

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang mempertimbangkan penghapusan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB). Menurut dia, Pimpinan MPR RI menyampaikan kebijakan PPDB telah menimbulkan masalah baru di banyak tempat.

Baca Juga :

PSI Tegak Lurus Bersama Jokowi, Gerindra: Insya Allah Dukung Prabowo Subianto

“Kami sampaikan kebijakan PPDB, penerimaan peserta didik baru yang di banyak tempat menimbulkan problem baru, tidak seperti maksud diadakan kebijakan ini, yakni untuk pemerataan sekolah-sekolah unggul,” kata Muzani di Jakarta pada Rabu, 9 Agustus 2023.

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Baca Juga :

Tebak-tebakan Bamsoet dan Pimpinan MPR Bersama Jokowi, Berapa Pasang Capres di Pilpres 2024

Ia menilai sistem zonasi PPDB memiliki maksud baik untuk pemerataan sekolah unggulan. Tapi, pada kenyataannya PPDB malah menimbulkan banyak persoalan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Tidak seperti maksud diadakan kebijakan ini, yakni untuk pemerataan sekolah-sekolah unggul. Yang terjadi justru sekolah unggul jadi unggul, yang enggak unggul malah tidak unggul,” jelas Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini.

Baca Juga :

Irma Nasdem Murka ke Rocky Gerung: Patut Orang Ini di Penjara, Enak Betul Minta Maaf!

Bahkan, kata Muzani, sistem zonasi PPDB ini juga menimbulkan ketidakadilan di beberapa tempat. Sehingga, Presiden Jokowi akan mempertimbangkan kembali untuk menghapus sistem zonasi PPDB.

“Nyatanya memang maksud mulia, maksud baik dari diselenggarakan kebijakan PPDB ternyata belum terjadi. Bahkan, terjadi persoalan-persoalan hampir di semua provinsi. Karena itu, presiden sedang mempertimbangkan untuk menghapus kebijakan ini tahun depan. Tapi ini sedang dipertimbangkan,” ujarnya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *