PSI Merapat ke Prabowo, Guntur Romli Pilih Keluar dan Mendukung Ganjar

Tak Berkategori

Sabtu, 5 Agustus 2023 – 19:50 WIB

Jakarta – Muhammad Guntur Romli menyatakan keluar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai terlihat adanya sinyal kedekatan PSI dengan Capres Prabowo Subianto.

Baca Juga :

Undang Influencer Muda, Prabowo Disebut Makin Mesra dengan Milenial

“Saya ingin menyampaikan hal yang sebenarnya berat bagi saya karena terkait relasi antara saya dan kawan-kawan yang saya sudah anggap sebagai saudara sendiri. Begitupun PSI yang selama ini saya anggap sebagai “Rumah Politik” saya, mulai hari ini saya menyatakan keluar dari PSI, sebagai anggota dan kader PSI,” ungkap Muhammad Guntur Romli di Jakarta pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie

Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie

Baca Juga :

Cara Bermanfaat Relawan Sosialisasikan Ganjar dan Gaet Suara Perempuan Milenial

Lebih lanjut Guntur mengatakan bahwa dirinya bukan pengurus PSI, tapi selama ini sudah dikenal sebagai politisi PSI. Hal ini mengingat pada 2019 Guntur pernah menjadi Caleg DPR RI dari PSI dan Jubir PSI.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua Bro dan Sis di PSI atas kebersamaan dan solidaritas selama ini dan meminta maaf apabila ada hal-hal yang tak berkenan. Pada Bro Ketum Giring, Sisjen Isyana dan semuanya,” kata dia.

Baca Juga :

PDIP Santai soal PSI Mesra dengan Prabowo: Silaturahim Itu Seumur Hidup

Guntur mengaku hati nurani dan idealismenya terganggu dengan kehadiran Prabowo Subianto di DPP PSI pada Rabu 2 Agustus 2023 lalu. Romli juga mengaku tidak pernah diberi tahu, apalagi diberi penjelasan oleh kawan-kawan Pengurus PSI soal kehadiran Prabowo itu baik sebelum dan sesudahnya. 

Guntur Romli mengaku hanya bisa membaca dan menonton di media massa jika calon presiden Prabowo Subianto dari Partai Gerindra terlihat mulai memiliki kedekatan dengan PSI.

Halaman Selanjutnya

“Saya sungguh terkejut, karena masih ingat Januari 2019, PSI pernah memberikan “Award Kebohongan Terlebay” pada Prabowo Subianto karena mengeluarkan pernyataan selang cuci darah RSCM digunakan berkali-kali sampai 40 pasien, dan langsung dibantah oleh Direktur RSCM waktu itu,” kata Guntur.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *